Sunday, February 14, 2016

ada ketikanya......

ada ketikanya
dunia bagai sunyi lagi sepi
dunia hanya bagai ada aku di dalamnya
lantas
airmata pun menitis.....

Sunday, January 10, 2016

RESAH

Resah 
yang berbaur di seluruh urat nadi
bergelojak di seluruh ruang rasa
bergelimpangan di segenap pintu ingatan
menari nari tanpa hentinya
bagai tiada noktah
setiap kali ada yang kembali menemui IIahi
resah mengetuk pintu-pintu kecil sanubariku
menguak melihat kekurangan
mengintai ngintai ruang keimanan
menjelajah seluruh perasaan
menguis pergi ketenangan
menyelak tikar tikar keupayaan
bersediakah aku 
menghalau resah yang menggulung
menggamit istiqamah bertandang
mengisi ruangan imanku
buat menemui Tuhanku
yang entah bila 
biarpun pasti aku sedang menuju kepada Nya
dan dalam kepastian ini
pergilah wahai resah.

Wednesday, December 30, 2015

ANGIN MUSIM TIMUR 3

angin musim timur
kembali menyapa
menyusup ruang ruang kosong
menghalau panas meruap udara
namun 
angin musim timur malam ini
bawa berita nestapa
buat seorang sahabat lama
teman sejiwanya
pergi tidak kembali.....

Friday, December 11, 2015

Amarah

Amarah 
 berpusar -pusar
bergulung gulung
menerjah dinding kesabaran
Istighfar menyapa
Amarah  berlalu 
Bak pantai dikala senja
Dipuput bayu malam dingin,,,,
Lalu hilang....
Menjauh.....

Monday, November 9, 2015

TERBANGLAH SANG RERAMA.....

teman....
fikir tentang diri
bahawa kita tidak pernah bisa sentiasa sendiri...
mungkin ada ketikanya saja
kita perlu ruang untuk diam tanpa sesiapa
buat muhasabah diri....

keluar saja dari kepompong tebal
yang terbina dari keegoan diri
bahawa hanya aku yang terbaik......

kerana sang rerama pun melepaskan himpitan 
kepompong hidupnya......
dan ternyata ada warna gemilang yang menanti di luar
indahnya pelangi pagi........
setelah rintik disinar mentari
yang akan membuat kau sedar
bahawa..........

dunia indah ini perlu dikongsi dan berbagi...
percayalah 
akan kau nikmati keindahan ini
dengan rasa syukur
yang terhimpun subur.



Monday, September 14, 2015

Bila hati berbicara.......

Biar bila berbicara
bicaralah dengan hati dan minda
bicaralah dengan sepenuh rasa
bahawa jika akulah yang menjadi butir bicara itu
pasti sudah hatiku kan terluka
pasti aku kan gundah gulana
pasti hati kecilku yang kecewa.......

kerana ......
jika sudah ditutur segala bicara...
takkan terkait kembali...
takkan terpadam dari memori
mereka yang kau sentuh 
mungkin sudah terluka parah
dan hatinya sudah tidak bisa dijahit koyaknya....
dan lukanya yang berparut....
akan berdarah kembali...
mungkin semudah mengingat namamu...
atau melihat kelibatmu.....

biar bicaramu mengharum sepanjang ketika...
bak kuntuman melur...
yang mewangikan sebotol bedak sejuk ...
bertahun menjadi kenangan....
biar cuma yang biasa biasa
namun memberi makna......
pada sesiapa saja pendengarmu.....

bicaralah dengan hikmah .........